Senin, 04 Januari 2010



RAGAM FUNGSI KORAL
Batu koral banyak macamnya. Kehadirannya dapat menjadi elemen estetika yang memperindah tampilan taman anda.

Taman yang indah dipandang mata, tidak hanya ditentukan dari faktor tanamannya semata, namun juga dari pelengkapnya. Penggunaan elemen keras (hardscape) bisa menjadi pilihan. Selain mempercantik taman, juga berfungsi menyeimbangkan dengan material lunak (softscape). Batu koral, sebagai salah satu hardscape, bisa menjadi pilihan untuk memberi sentuhan estetika di taman anda. Bentuk dan warnanya yang menonjol, sekaligus tampil sebagai aksen penegas dalam tatanan taman. Anda tinggal memilih bentuk, warna dan ukuran sesuai dengan konsep gaya taman anda. Batu koral bisa digunakan sendiri, atau dikombinasi dengan material lain, yang dapat menghasilkan permainan tekstur.

Batu koral merupakan hasil alam yang ditambang dari pesisir pantai. Seperti halnya pasir pantai, batu pun juga terdapat di pantai. Itulah sebabnya, penamaan koral diambil berdasarkan nama daerah dimana batu itu ditambang. Seperti misalnya Kupang, Irian, Alor, Ambon, Lampung dan Bengkulu. Ukurannya bermacam-macam, biasanya berkisar antara 1-5 cm, dengan warna yang beraneka pula. Ada warna putih, merah hati, hijau, dan hitam.

Terdapat beberapa aplikasi koral. Diantaranya, koral bisa digunakan sebagai batu sikat yang dibentuk dengan pola-pola tertentu sesuai keinginan. Bisa berbentuk bunga, binatang atau bentuk-bentuk geometris. Sebagai batu sikat, koral dipasang dengan campuran pasir,air dan semen. Biasanya ornamen batu sikat ditempatkan di teras, carport atau elemen estetis di ruang eksterior maupun interior. Batu sikat juga bisa dibentuk sebagai stepping stones (batu pijakan) dalam aneka bentuk seperti persegi atau lingkaran.

Selain itu koral bisa ditempatkan sebagai pemanis atau aksen dalam taman atau pedestrian. Untuk jenis ini, cukup tebar dan susun koral di atas media yang dipilh. Sebaiknya, susunan

koral dalam kerapatan yang sedang, hingga terlihat rapi. Untuk jenis batu koral yang ditabur di atas tanah, juga memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai resapan air. Tetesan air dari atap akan menuju ke taburan batu koral, hingga air tidak mengotori tembok taman.

Di sisi lain, hamparan koral dapat juga bermanfaat dari sisi kesehatan. Cukup berjalan di atas taburan batu koral di taman anda. Permukaan batu kasar yang anda injak, akan melancarkan sirkulasi darah.

Dilihat dari harga jualnya, rata-rata batu koral hampir sama. Dijual dalam kemasan plastik 15kg, batu kupang putih dan merah hati dihargai Rp 35 ribu. Satu kemasan plastik dapat menutup permukaan taman sekitar 1 m2. Ada juga batu Bengkulu dan telur puyuh yang dijual Rp 50 ribu tiap 20-30 kg. Selain itu ada juga batu koral yang cukup mahal harganya. Contohnya batu Italy berbentuk kecil-kecil dan berwarna putih mengkilat dikenai harga 100 ribu/20 kg, dan batu alor dalam kemasan 20kg seharga Rp 110 ribu. Mahalnya harga ini biasanya terkait dengan faktor kesulitan mendapatkan batu koral tersebut.

Batu koral bersifat fleksibel. Apapun gaya taman anda, batu koral bisa digunakan untuk menambah keindahan taman itu sendiri. Namun, semuanya tetap harus memperhatikan komposisi, baik antara batu koral, tanah yang ditumbuhi rumput ataupun tanaman lainnya.

TIPS PERAWATAN BATU KORAL

Lama kelamaan, penampilan batu koral dapat menurun, yaitu menjadi kusam. Faktor kotoran berupa tanah, debu dan lumut adalah penyebabnya.

Berikut cara membersihkannya:

- Masukkan koral ke dalam ember

- Rendam koral dalam air, tinggi air di atas permukaan koral 1 cm

- Tambahkan 3-5 tutup botol cairan pembersih porselen ke dalam ember

- Diamkan selama 1-2 jam

- Aduk batu dalam ember. Jangan lupa gunakan sarung tangan saat mengaduk.

- Sikat kotoran membandel dengan sikat bekas.

- Buang airnya, bilas dengan air bersih

- Dijamin batu koral akan kembali bersih

- Batu siap ditebar kembali

sumber :rumahku.rumahku-online.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar